Wilson kemudian menjelaskan bahwa platform ini dirancang dengan pendekatan demand driven (berbasis kebutuhan pasar riil), sehingga pengembang memiliki kepastian lokasi dalam membebaskan lahan maupun membangun hunian.
"Nanti akan lengkap di sana semua informasi bagi semua ekosistem perumahan. Jadi misalnya data demand, utamanya dari data demand, demand driven. Jadi ketahuan demand-nya ini konsumen peminatnya rumah FLPP ada di mana, jadi nanti sebarannya jelas. Sehingga pengembang nanti bisa membangun atau beli tanah di sana dan membangun rumah di sana. Itu yang menjadi program kita," jelas Wilson.
Tak hanya peta konsumen, portal rumah.go.id juga akan mengintegrasikan rantai pasok material, informasi kuota KPR bagi bank penyalur, hingga keterbukaan data riset bagi pemerintah daerah dan kalangan akademisi.
"Semua data ini akan lengkap, termasuk nanti informasi kepada material. Jadi nanti akan ketahuan misalnya oh demand-nya sekian, maka butuh pasokan semen sekian, di mana, butuh material di mana dan jumlahnya berapa, semua akan ada informasi itu. Dan informasi itu bisa digunakan dengan baik oleh bank penyalur. Bank-bank penyalur akan tahu kantong-kantong di mana harusnya menyalurkan KPR, FLPP khususnya," ungkap Wilson.
"Jadi nanti rumah.go.id itu tidak hanya untuk subsidi juga, untuk komersial juga, lengkap itu datanya di rumah.go.id. Semoga ini menjawab kebutuhan sehingga dapat kita laksanakan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah ini dengan baik," tambahnya lagi. (Pemerintah Provinsi Lampung).