“Kalau itu berhasil, manfaatnya tidak hanya dirasakan Lampung, tetapi juga Indonesia,” ujar Gubernur.
*Membuka Peluang Ekonomi Baru*
Pengembangan sorgum dan bioetanol dinilai membuka peluang baru bagi petani, tenaga kerja, UMKM, dunia usaha, peneliti, dan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.
Kedepan, diharapkan terbentuk rantai nilai yang kuat, mulai dari penyediaan benih, budidaya, mekanisasi pertanian, pengolahan biomassa, produksi bioetanol, hingga pemanfaatan produk sampingnya.
Dengan demikian, transformasi energi tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
“Inilah makna sebenarnya dari hilirisasi. Bukan sekadar mengolah bahan baku. Tetapi menciptakan nilai tambah yang kembali kepada masyarakat,” kata Gubernur Mirza.
Ia berharap seluruh proses pembangunan Bioethanol Development Center Lampung dilaksanakan secara profesional, transparan, terukur, memperhatikan keselamatan kerja, menjaga lingkungan, dan menghasilkan model pengembangan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.