"Saya berharap penghargaan ini bukan hanya sekadar penghargaan, artinya bisa dirasakan betul-betul manfaatnya oleh masyarakat; bagaimana pasokan dan juga kestabilan harga bisa terkendali di daerah. Tentu semoga ke depan lebih banyak manfaatnya lagi untuk daerah dan kami ingin membangun inflasi yang betul-betul terkendali di Provinsi Lampung," tuturnya.
Penghargaan TPID Kinerja Terbaik ini diraih Provinsi Lampung berkat langkah strategis dan responsif dalam mengendalikan komoditas pemicu gejolak inflasi (volatile foods). Pemerintah Provinsi Lampung secara berkesinambungan menggalang koordinasi lintas sektor dengan 15 kabupaten/kota, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan strategis lainnya.
Salah satu implementasi konkret yang digencarkan adalah program penetrasi dan operasi pasar murah secara berkala oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung bekerja sama dengan Perum Bulog Divre Lampung, guna memutus rantai pasok yang spekulatif dan menjamin ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Upaya terpadu tersebut terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi Lampung tetap berada dalam rentang target sasaran nasional. Pada penutupan Semester I, inflasi tahunan (year-on-year) Provinsi Lampung periode Juni 2026 tercatat sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,45. Sementara itu, dinamika harga pada Agustus 2026 tetap stabil dengan realisasi inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,23 persen.
Melalui raihan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus memadukan program stabilisasi harga pangan dengan percepatan digitalisasi sistem transaksi daerah (P2DD) guna mewujudkan ketahanan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Pemerintah Provinsi Lampung).