DESKRIPSINEWS - Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana kembali menegaskan komitmennya mendirikan SMA Siger. Sekolah ini ditargetkan jadi jalan keluar bagi siswa yang tak lolos ke sekolah negeri dan terkendala biaya untuk masuk swasta.
Sebelumnya, 120 siswa angkatan pertama SMA Siger terpaksa dititipkan ke sekolah negeri dan swasta karena izin operasional belum terbit.
Eva memastikan pembangunan SMA Siger akan dilanjutkan secara mandiri melalui Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda. Yayasan ini akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk memenuhi seluruh prosedur perizinan.
“Nanti yayasan ini akan berdiri sendiri. Kami juga akan mencari tenaga pendidik, termasuk guru-guru pensiunan yang punya pengalaman,” ujar Eva.
Selama menunggu izin, kegiatan belajar mengajar SMA Siger masih menumpang di SMPN 44 Pulau Buton Raya dan SMPN 38 Bumi Waras.
Eva juga meluruskan bahwa SMA Siger Prakarsa Bunda bukan milik pribadi. “Ini bukan milik Bunda Eva, tetapi milik Pemkot Bandar Lampung. Tujuannya untuk membantu anak-anak yang ingin sekolah, terutama yang belum tertampung di negeri dan kesulitan masuk swasta,” tegasnya.
Tingginya animo masyarakat membuat Pemkot optimistis SMA Siger bisa jadi solusi pemerataan pendidikan. “Kami masih menunggu persetujuan Dinas Pendidikan. Insyaallah program ini bisa segera berjalan dengan baik,” harap Eva.
Ia berharap proses perizinan segera rampung agar SMA Siger bisa segera mencetak lulusan berijazah resmi dan mendukung pemerataan akses pendidikan di Bandar Lampung.