Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.
Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.
“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.
Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Mereka berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan dan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.
Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.