LAMPUNG TIMUR — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) harus dilakukan secara terpadu, dengan memastikan upaya pemadaman berjalan efektif dan dampak asap terhadap masyarakat sekitar mendapat perhatian serius.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat meninjau langsung penanganan karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi di kawasan TNWK, Lampung Timur, Sabtu (24/10/2026). Peninjauan juga dilakukan melalui pemantauan sejumlah titik kebakaran menggunakan helikopter untuk melihat kondisi lapangan dan menentukan kebutuhan penanganan.
Gubernur Mirza menjelaskan, kondisi kebakaran di bagian utara TNWK menghadirkan tantangan tersendiri. Selain karakteristik lahan bergambut yang menyulitkan pemadaman, kecepatan angin yang tinggi dan jauhnya sumber air turut memengaruhi upaya pengendalian api.
Kebakaran yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir juga menimbulkan asap yang berdampak pada permukiman masyarakat di sekitar kawasan.
“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur, percepatan pemadaman perlu terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, dukungan peralatan, serta pembagian personel yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Sekitar 360 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla ini, termasuk sekitar 330 personel TNI, bersama unsur BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.