DESKRIPSINEWS - Memasuki usia ke-344, Pemerintah Kota Bandar Lampung menetapkan penguatan infrastruktur berkelanjutan dan penanganan banjir sebagai dua prioritas utama pembangunan. Komitmen itu disampaikan Wali Kota Eva Dwiana dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD, beberapa waktu lalu.
Peringatan HUT ke-344 Kota Tapis Berseri tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi arah kebijakan Pemkot untuk menjadikan Bandar Lampung kota yang berdaya saing, inovatif, nyaman, aman, dan sejahtera.
“Semua tantangan tersebut harus kita jawab bersama melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Untuk menjawab tantangan ke depan, Pemkot menetapkan lima prioritas:
1. Penguatan infrastruktur perkotaan berkelanjutan
2. Peningkatan daya saing ekonomi daerah
3. Pengembangan SDM unggul
4. Pembangunan kota hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim
5. Penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi digital
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang hadir langsung dalam paripurna mengapresiasi kinerja Pemkot. Ia menyebut Bandar Lampung sebagai wajah kemajuan Provinsi Lampung sekaligus simbol perkembangan di Pulau Sumatra. Pemotongan tumpeng oleh Gubernur yang diserahkan kepada Wali Kota menjadi simbol sinergi antara Pemprov dan Pemkot.
Persoalan banjir menjadi fokus utama Eva Dwiana. Pada Januari 2026, ia meninjau langsung titik-titik rawan banjir seperti Kali Balau Kencana di Kedamaian dan Jalan Dr. Sutomo di Kedaton.
Langkah penanganan tidak hanya bersifat jangka pendek. Pemkot menggelar Focus Group Discussion di Universitas Darmajaya untuk menyusun roadmap terintegrasi yang mencakup normalisasi sungai, pembenahan drainase, penguatan resapan air, penataan ruang, hingga regulasi.
Di lapangan, sejumlah proyek fisik sudah berjalan. Di antaranya pemasangan box culvert sepanjang 300 meter di Panjang Utara, normalisasi gorong-gorong By Pass, pelebaran siring di Sukamaju, serta rencana pembangunan embung bersama Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran.
“Indonesia Emas bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegas Eva. Ia juga menekankan pembangunan terus dilakukan di bidang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga transformasi digital pemerintahan.