Di usia ke-344, Bandar Lampung dituntut tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kota yang inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
Advertisements
HALAMAN:
Di usia ke-344, Bandar Lampung dituntut tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kota yang inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.