Gubernur Mirza Buka Pameran Karya Jemari Lampung 2025

Redaksi - Jumat, 21 Nov 2025 - 06:58 WIB
Gubernur Mirza Buka Pameran Karya Jemari Lampung 2025
-
Advertisements

“Ini menjadikan Lampung sebagai provinsi tujuan wisata domestik terbesar di luar Jawa–Bali,” ucapnya.

“Rata-rata pengeluaran wisatawan kini mencapai 1,8 juta rupiah. Potensi perputaran uang mencapai puluhan triliun rupiah. Dan wisatawan pasti ingin membawa pulang sesuatu yang khas Lampung seperti wastra, kriya, atau produk umkm lainnya. Ini adalah peluang besar bagi UMKM,”.

Advertisements

Dalam mendorong hal tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat memberikan dukungan melalui pelatihan, akses pembiayaan, perizinan, pemasaran, hingga kolaborasi dengan marketplace.

Diakhir sambutannya, Gubernur Mirza berpesan agar para perajin terus berkarya dan berinovasi. Ia juga mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal.

“Setiap pembelian bukan sekadar transaksi, tetapi bentuk apresiasi terhadap karya anak daerah yang turut membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi Lampung,” ujarnya.

“Mari kita bangga menggunakan produk Lampung. Mari kita majukan ekonomi kreatif Lampung bersama-sama,” tutupnya.

Advertisements

Dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari menyampaikan Kriya Jemari merupakan transformasi dari Lampung Craft dengan semangat baru, pendekatan kuratorial yang lebih modern, serta komitmen kuat untuk memperkuat storytelling setiap produk.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap karya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyampaikan kisah, nilai, dan jati diri para pengrajinnya,” ujarnya.

Batin Wulan sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Kriya Jemari hadir sebagai ruang inklusif. Tidak hanya melibatkan pengrajin muda, UMKM kreatif, desainer lokal, perbankan, dan dunia usaha, tetapi juga kreator serta pengrajin penyandang disabilitas.

“Karya mereka memiliki nilai yang sama penting, sama berharga, dan sama patut dibanggakan,” tambahnya.

Advertisements

“Kami percaya bahwa kreativitas tidak mengenal batas fisik. Kerajinan adalah bahasa universal, dan semua yang hadir hari ini layak mendapatkan ruang yang setara. Karya-karya ini menjadi jembatan antara sejarah dan masa depan, sekaligus bukti bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dengan produk global,” ujar Batin Wulan.

Dalam perkembangan ekonomi kreatif saat ini, kita dihadapkan pada tantangan menjaga keaslian warisan budaya.

“Tugas kita bukan hanya melestarikan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Inilah semangat yang menjadi landasan penyelenggaraan acara tahun ini melalui tema Merajut Tradisi Menenun Inovasi,” ujar Batin Wulan.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.