Gubernur Mirza berpesan agar para suami tidak hanya memenuhi kewajiban memberikan nafkah lahir, tetapi juga membekali keluarga dengan nilai-nilai agama.
"Bukan kemewahan rumah, banyaknya harta, atau kendaraan yang membuat rumah tangga bahagia. Yang lebih penting adalah agama yang hidup di dalam keluarga. Selain mencari nafkah, para suami juga harus mencari ilmu agama dan memberikannya kepada istri serta keluarga," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap keluarga pasti menghadapi persoalan. Menurutnya, yang membedakan sebuah keluarga harmonis dengan yang lainnya adalah cara pasangan suami istri menyelesaikan masalah melalui dialog.
"Rumah tangga yang baik bukanlah rumah tangga yang tidak pernah menghadapi masalah. Setiap keluarga pasti memiliki tantangan. Yang membedakan adalah bagaimana suami dan istri memilih menyelesaikannya. Biasakan berdialog dalam setiap persoalan," jelasnya.
Ia berharap seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta melahirkan generasi yang saleh dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Provinsi Lampung.
Gubernur Mirza juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan program tersebut.