Menjawab tantangan tersebut, Gubernur menginstruksikan KDMP untuk bertindak sebagai simpul agregator penyerap hasil panen petani di tingkat desa guna memotong rantai distribusi yang selama ini mencapai 7 hingga 8 tingkatan pedagang perantara.
"KDMP ini instrumen yang tepat. Manajernya sudah siap, pengurus sudah siap. Sekarang bagaimana integrasinya dengan Perpadi dan perbankan seperti Bank Mandiri. Perpadi yang punya penggilingan, KDMP yang menyerap di desa," tutur Gubernur.
Guna memastikan efektivitas penyerapan di lapangan, Gubernur menekankan pentingnya kecepatan likuiditas perbankan agar koperasi memiliki modal kerja yang memadai guna melakukan pembayaran tunai kepada para petani.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Krisdianto Soedarmono menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut arahan Menteri Koperasi guna memastikan kesiapan permodalan KDMP berjalan seiring dengan persiapan regulasi dan infrastruktur gerai secara nasional.
"Tupoksi kami adalah memberikan pinjaman, bukan hibah, pinjaman kepada koperasi. Mau simpan pinjam mau non simpan pinjam, sekarang KDMP juga sama, bisa kita berikan. Sifatnya yang di Lampung ini adalah sebagai suatu piloting yang pastinya kami akan dukung," ujar Krisdianto.
Terkait suku bunga, Krisdianto memaparkan bahwa pembiayaan LPDB menawarkan skema yang jauh lebih terjangkau dan akuntabel bagi koperasi desa dibandingkan bunga perbankan konvensional.