Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Gabah di Tingkat Desa Lewat Bed Dryer

Redaksi - Selasa, 18 Agt 2026 - 04:48 WIB
Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Gabah di Tingkat Desa Lewat Bed Dryer
Foto: Dok. Pemprov Lampung -
Advertisements

"Selain itu bisa langsung dilakukan hilirisasi. Yang tadinya cuma jual gabah karena sudah kering bisa dijadikan beras, dapat katul, dapat sekam," ujar Gubernur. Ia menyebut pengembangan tersebut sebagai bagian dari program Desaku Maju untuk mendorong hilirisasi agroindustri di tingkat desa.

Pengelola pabrik terpadu Wargito menjelaskan, pengeringan dan pengolahan hasil panen akan menjadi satu rangkaian. Setelah gabah dikeringkan oleh kelompok tani, gabah tersebut dapat diproses lebih lanjut menjadi beras sehingga nilai tambahnya tetap berada di desa.

Advertisements

Bagi petani, manfaat ekonomi dari peningkatan kualitas tersebut menjadi perhatian utama. Saat berdialog dengan gubernur, petani menyebut harga gabah kering giling saat ini sekitar Rp9.000 per kilogram, sementara Gubernur Mirza mendorong agar peningkatan kualitas dan pengolahan hasil dapat semakin memperbesar nilai ekonomi yang diterima petani.

Gubernur Mirza meminta pengelolaan alat tidak berhenti pada penyediaan mesin, tetapi dilanjutkan dengan pemanfaatan secara optimal dan pengembangan jasa pengeringan bagi petani sekitar. Dengan demikian, petani yang sebelumnya hanya mampu menjual gabah basah dapat memiliki pilihan untuk menjual gabah dalam kondisi kering dengan kualitas yang lebih baik.

Gubernur juga mendorong desa menyiapkan gudang atau lumbung pangan sebagai bagian dari penguatan rantai produksi. Langkah tersebut diharapkan membuat hasil pertanian dapat disimpan, diolah, dan dipasarkan secara lebih terencana, sekaligus membuka ruang usaha baru bagi petani dan generasi muda di desa.

Menurut Gubernur, penguatan dari hulu hingga hilir akan membuat manfaat bantuan alat pertanian tidak berhenti pada percepatan produksi. Petani diharapkan memperoleh nilai tambah dari pengeringan, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran, sehingga pendapatan meningkat dan aktivitas ekonomi baru tumbuh di desa.

Advertisements

Dengan pemanfaatan bed dryer berkapasitas 20 ton tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap petani Sumber Agung semakin mampu menjaga kualitas hasil panen, mengurangi ketergantungan pada cuaca, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai jual gabah. Dalam jangka lebih panjang, pengolahan hasil pertanian di tingkat desa diharapkan membuat lebih banyak nilai ekonomi tetap berputar di Lampung dan langsung dirasakan masyarakat. (Pemerintah Provinsi Lampung).

HALAMAN:
Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.