Peringati Hari Wayang Nasional, Wagub Jihan Angkat Kiprah Budaya Inklusif Lampung

Redaksi - Sabtu, 08 Nov 2025 - 08:44 WIB
Peringati Hari Wayang Nasional, Wagub Jihan Angkat Kiprah Budaya Inklusif Lampung
-
Advertisements

DESKRIPSINEWS.COM – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menjadi narasumber pada peringatan Hari Wayang Nasional ke-7 tahun 2925.

Dalam kegiatan yang digelar Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur pada Jumat, 7 November 2025.

Pada acara bertema “Strategi dan Pemikiran Pemajuan Kebudayaan Daerah untuk Mewujudkan Budaya Tradisi yang Inklusif” tersebut, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Provinsi Lampung merupakan contoh nyata keberhasilan penerapan budaya yang inklusif di Indonesia.

Advertisements

Wagub Jihan menekankan bahwa Lampung adalah daerah yang mencerminkan keberagaman sekaligus harmoni sosial.

“Di Provinsi Lampung, masyarakat Suku Jawa justru menjadi kelompok mayoritas jika dibandingkan dengan masyarakat asli suku Lampung. Namun kita semua hidup berdampingan dengan rukun. Ini bukti nyata bahwa budaya inklusif benar-benar terwujud di Lampung,” ujarnya.

Jihan mencontohkan akulturasi budaya yang terjadi melalui kehadiran Wayang Sekelik, yang merupakan hasil dari perpaduan antara budaya suku Lampung dan suku Jawa, yang kini menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

“Budaya wayang sangat diterima masyarakat Lampung, bahkan banyak desa pribumi yang antusias menggelar pertunjukan wayang kulit,” tambahnya.

Advertisements

Wagub Jihan menjelaskan bahwa penerimaan budaya luar di Lampung tidak lepas dari falsafah hidup masyarakat Lampung, yaitu Piil Pesenggiri, yang mengandung nilai-nilai nemui nyimah, nengah nyappur, sakai sambayan, dan Bejuluk Beadek. Nilai-nilai inilah, yang menumbuhkan sikap terbuka dan menghargai keberagaman.

“Falsafah Piil Pesenggiri inilah yang membuat masyarakat Lampung mudah beradaptasi dan menerima budaya dari luar tanpa kehilangan jati dirinya,” jelasnya.

Wagub Jihan juga menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi harus menjadi nafas pembangunan daerah. Karena itu, Pemprov Lampung berkomitmen memperkuat ekosistem budaya melalui lima strategi utama:

1. Digitalisasi dan pendataan objek pemajuan kebudayaan (OPK) melalui platform Lampung Culture Data agar data kebudayaan bisa diakses publik.

Advertisements

2. Pendidikan dan regenerasi pelaku budaya, untuk menarik minat generasi muda dalam mengembangkan seni tradisi.

3. Penguatan ekosistem kreatif dan pasar budaya, agar kebudayaan tidak berhenti di tataran seremonial tetapi menjadi sumber pemberdayaan masyarakat.

HALAMAN:
Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.