Pemprov Lampung Mulai OMC untuk Tekan Karhutla dan Kekeringan

Redaksi - Rabu, 26 Agt 2026 - 06:55 WIB
Pemprov Lampung Mulai OMC untuk Tekan Karhutla dan Kekeringan
Foto: Dok. Pemprov Lampung -
Advertisements

Lampung Selatan --- Pemerintah Provinsi Lampung mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengatasi kekeringan yang mulai berdampak pada waduk dan lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan OMC merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi karhutla di Lampung. "Pada kesempatan hari ini, kita bisa meluncurkan OMC di Provinsi Lampung ini, atas arahan dan atensi Bapak Presiden untuk bisa melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Lampung," ujar Wagub Jihan di Posko Pengamatan Cuaca Bandara Radin Inten II, Rabu (26/8/2026).

Kick off OMC dilakukan Wakil Gubernur Jihan Nurlela bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Posko Pengamatan Cuaca Bandara Radin Inten II. Operasi tersebut menyasar wilayah yang mengalami kekeringan dan memiliki titik panas, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi pertumbuhan awan.

Advertisements

Wagub Jihan mengatakan OMC tidak hanya ditujukan untuk membantu mengendalikan karhutla, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air bagi sektor pertanian. Pemerintah daerah meminta hujan hasil modifikasi cuaca nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membasahi lahan maupun mengisi sumber air di sekitar wilayah sasaran.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa manfaat, selain membantu membasahi lahan-lahan kita yang berpotensi terjadi hotspot, juga bisa membantu komoditas kita, khususnya pertanian yang hari ini memang perlu pembasahan atau air," kata Wagub Jihan.

Menurut Wagub Jihan, penyemaian awan tidak dapat dilakukan berdasarkan lokasi yang ditentukan semata. Pelaksanaannya harus mengikuti perkembangan awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan serta mempertimbangkan keberadaan hotspot.

"Menyesuaikan dengan keadaan hotspot-nya dan berdasarkan yang paling utama, berdasarkan pertumbuhan awannya," ujarnya.

Advertisements

Pada sorti pertama, pesawat OMC diarahkan ke wilayah Lampung Timur dan sebagian wilayah yang berbatasan dengan Lampung Selatan. Pemantauan citra satelit BMKG menunjukkan adanya sejumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di kawasan tersebut.

Prakirawan BMKG Iqbal mengatakan pelaksanaan OMC menghadapi tantangan berupa terbatasnya pertumbuhan awan hujan. Kondisi atmosfer saat ini membuat tim harus menunggu dan memanfaatkan awan yang tumbuh secara alami dan dinilai cukup potensial untuk menghasilkan hujan.

"Memang dari kondisi sirkulasi saat ini, sangat sulit mencari awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Selagi terdapat potensi awan yang cukup bagus dan daerah tersebut ada hotspot, semaksimal mungkin disemai agar membasahi daerah tersebut," kata Iqbal.

BMKG juga memantau potensi pertumbuhan awan di Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, hingga Lampung Utara untuk pelaksanaan sorti berikutnya. Sasaran penyemaian akan terus disesuaikan dengan perkembangan awan dan lokasi hotspot.

Advertisements

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan OMC akan dimaksimalkan selama sekitar lima hari, hingga 30 Agustus 2026. Fokusnya meningkatkan tutupan air di wilayah yang mengalami kekeringan, termasuk waduk dan kawasan pertanian yang menjadi lumbung pangan.

"Sampai dengan tanggal 30 ada kurang lebih lima hari, kita bisa memaksimalkan ikhtiar kita ini untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Provinsi Lampung, terutama di waduk-waduk yang memang ada beberapa laporan sudah mengalami kekeringan dan daerah-daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan," ujar Rudy.

HALAMAN:
Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.