“Usaha kita bersama dalam menekan angka stunting itu tidak hanya dari asupan gizi. Tidak hanya dari pengecekan kesehatan yang ada di pekon ataupun desa. Tetapi faktor-faktor penunjang untuk sanitasi, untuk jambanisasi, untuk lingkungan rumah yang bersih ini sangat amat menjadi faktor yang harus kita perhatikan sama-sama,” katanya.
Batin Wulan menyoroti potensi ketahanan pangan yang dikembangkan melalui kebun kolektif PKK di Pekon Sukarame.
Ia mengapresiasi pemanfaatan pekarangan dengan berbagai komoditas, seperti cabai, tomat, terong, selada, seledri dan kangkung, termasuk inovasi budidaya Lele dalam ember yang dipadukan dengan penanaman kangkung.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan seperti ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
“Artinya seluruh warga bisa untuk mensosialisasikan, mencoba ini pasti manfaat sekali untuk keluarga kita,” ujar Batin Wulan.
Di sektor ekonomi keluarga, TP PKK Provinsi Lampung juga memberikan dukungan berupa mesin jahit bagi kelompok perempuan kepala keluarga serta oven untuk usaha ekonomi produktif dalam rangka penguatan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).