"Kita akan mendorong petani-petani untuk beli alsintan. Jadi, salah satunya itu kita pakai pinjaman nol persen tanpa bunga. Ini ada program pemerintah di luar KUR. Jadi program pemerintah Lampung, dari Bank Lampung. Nanti kita pakai subsidi," jelasnya.
Fasilitas pembiayaan tersebut turut disiapkan untuk menopang UMKM pengolahan hasil panen di pedesaan, seperti fasilitas penggilingan padi (rice milling) hingga mesin sangrai kopi (roaster).
"Kita ingin menumbuhkan desa ini bukan hanya tumbuh dari jual komoditas, tapi jual barang olah, barang yang sudah jadi," tutur Gubernur.
Menanggapi dinamika usaha menengah dan besar yang dinilai stagnan, Gubernur optimis pergerakan ekonomi dari akar rumput akan berimbas positif pada seluruh level usaha. Terlebih, Lampung menempati posisi strategis sebagai penopang lumbung pangan nasional.
"Kita optimis bahwa, pertama, ekonomi akan tumbuh. Isu-isu secara global pasti butuh pangan, pangan ada di Lampung. Yang kedua, kita punya nanti kalau dorong di bawah, lalu masyarakat punya daya beli, produktivitasnya kita juga akan tinggi, ini akan terjaga," pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh skala usaha, mulai dari pengusaha desa, menengah, hingga industri skala besar, akan terus berjalan beriringan sesuai perannya masing-masing dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. (Pemerintah Provinsi Lampung).