Di sisi lain, Gubernur Mirza menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi tantangan pembangunan di Lampung. Ia menyebut jaringan jalan provinsi sepanjang sekitar 1.700 kilometer memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan konektivitas antardaerah, sehingga memerlukan koordinasi lintas pemerintahan.
Selain pembangunan ekonomi, Gubernur Mirza mengapresiasi kinerja Helfi Assegaf selama memimpin Polda Lampung. Ia menilai, koordinasi yang terbangun selama sekitar satu tahun terakhir turut menjaga situasi keamanan tetap kondusif serta mendukung penanganan sejumlah persoalan hukum yang sebelumnya sulit diselesaikan.
Gubernur Mirza juga menyinggung penanganan persoalan pertambangan emas dan konflik pertanahan. Ia menyebut terdapat 47 perkara pertanahan yang menjadi perhatian kepolisian, termasuk kasus-kasus lama yang membutuhkan penanganan serius karena berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Atas berbagai upaya tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden yang diraih Polda Lampung serta apresiasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait pelayanan publik. Ia berharap capaian dan inovasi yang telah dibangun dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan di bawah kepemimpinan baru.
Sementara itu, Helfi Assegaf menyampaikan bahwa stabilitas keamanan selama masa tugasnya tidak terlepas dari kerja sama kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dilanjutkan, terutama dalam menyelesaikan persoalan konflik lahan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Lampung.
Helfi juga menyebut penyelesaian perkara pertanahan yang sebelumnya dibahas dalam rapat dengar pendapat telah mencapai sekitar 50 persen, meningkat dari sekitar 45 persen pada saat rapat tersebut. Ia berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian sisa perkara secara bertahap.