Pesawaran --- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui penguatan skrining aktif, perluasan penemuan kasus, peningkatan kualitas pelaporan, serta optimalisasi pengobatan dan terapi pencegahan.
Pemanfaatan teknologi digital melalui Website Peduli TB Lampung juga didorong untuk menjangkau lebih banyak masyarakat berisiko dan mempercepat penanganan sejak dini.
Hingga Oktober 2026, capaian notifikasi kasus TBC di Provinsi Lampung baru mencapai 44 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 90 persen.
Sementara itu, capaian pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) hingga 16 Oktober 2026 baru mencapai 14 persen, dibandingkan target sebesar 80 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat langkah percepatan penanggulangan TBC, terutama menjelang akhir tahun. Seluruh daerah diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, mengevaluasi hambatan di lapangan, dan memastikan setiap program memberikan hasil yang terukur.
Hal itu disampaikan Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) sekaligus Sosialisasi Surat Edaran Gubernur Lampung No. 198 Tahun 2026 Tentang Website Peduli Tuberkulosis Lampung di Ruang Rapat Teluk Ratai, Kantor Bupati Pesawaran, Kec. GedongTataan, Pesawaran, Selasa (20/10/2026).
Dalam rapat yang digelar secara hibrid (luring dan daring) tersebut, Jihan menegaskan, percepatan penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.