Menutup amanatnya, Menteri Agama mengingatkan bahwa Hari Santri hakikatnya mencerminkan nilai kebangsaan yang inklusif atas dasar semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).
"Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren. Hari Santri juga bukan hanya milik umat Islam. Hari Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya," pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Mirza secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan, meliputi Penyaluran ribuan mushaf Al-Quran, penyerahan izin operasional pendirian pondok pesantren untuk Ponpes Mangkunegara (Bandar Lampung) dan Ponpes Madrasatul Qur'an As-Mamuzy (Metro), beasiswa santri disalurkan melalui Baznas Provinsi Lampung guna mendukung program "Satu Desa, Satu Tahfiz Al-Qur'an", serta bantuan bibit alpukat kepada Ponpes Ibanatul Karomah dan Ponpes Sabilul Musthofa. (Pemerintah Provinsi Lampung).