Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan MBG, Seluruh SPPG Dikumpulkan

Leo Saputra - Kamis, 25 Jun 2026 - 08:19 WIB
Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan MBG, Seluruh SPPG Dikumpulkan
Pemkot Bandarlampung - Ist
Advertisements

DESKRIPSINEWS - Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Bandar Lampung dikumpulkan dalam satu forum, Rabu (25/6/2026), untuk memperkuat komitmen keamanan pangan.

Kepala Dinkes Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa mutu gizi harus sejalan dengan jaminan keamanan. Ia menegaskan penjamah makanan memegang peran kunci sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas hidangan yang sampai ke siswa.

"Program ini sangat mulia. Kita semua tidak ingin program baik ini justru menimbulkan masalah baru. Pengawasan harus dimulai sejak bahan datang, saat diolah, ketika disajikan, sampai didistribusikan ke sekolah," kata Muhtadi.

Dalam pertemuan tersebut Dinkes kembali menekankan pentingnya penerapan prinsip higiene sanitasi. Setiap SPPG diminta menjalankan Standar Operasional Prosedur secara konsisten, mulai dari kebersihan diri penjamah, kebersihan lingkungan dapur, hingga pencatatan dan penyimpanan sampel makanan harian. Langkah itu dinilai penting agar jika terjadi keluhan, penyebabnya bisa segera ditelusuri.

Advertisements

Muhtadi juga menyampaikan Dinkes akan mengintensifkan inspeksi mendadak ke dapur-dapur SPPG. Jika ditemukan pelanggaran standar, layanan dapat dihentikan sementara hingga dapur dinyatakan layak beroperasi kembali oleh instansi berwenang.

Program MBG di Bandar Lampung saat ini menjangkau puluhan ribu siswa dari jenjang PAUD hingga SMP. Dengan cakupan penerima yang luas, Dinkes menilai koordinasi lintas sektor dan kepatuhan terhadap aturan menjadi syarat mutlak agar distribusi berjalan lancar dan aman.

"Ini tanggung jawab kita bersama. Mari kita jalankan dengan serius agar tidak ada lagi keterlambatan distribusi maupun kejadian yang merugikan anak-anak kita," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga telah mewajibkan seluruh SPPG di Indonesia memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Kewajiban itu menjadi salah satu upaya pemerintah pusat menekan risiko keracunan dalam pelaksanaan MBG secara nasional.

Advertisements

Dinkes berharap, dengan penguatan pengawasan dan pembinaan berkelanjutan, program MBG di Bandar Lampung dapat terus berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Advertisements
Share:
Editor: Leo Saputra
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.