Gubernur Mirza menilai posisi strategis Lampung yang dekat dengan Jakarta dan memiliki pelabuhan laut dalam juga sangat potensial untuk mendukung hilirisasi komoditas dan pengembangan kawasan industri baru di Sumatera bagian selatan.
“Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah,” pungkasnya.
Sementara itu, Mohamad Norza Zakaria menjelaskan bahwa Citaglobal saat ini aktif mengembangkan berbagai proyek clean energy di Malaysia, termasuk floating solar, biogas, Waste to Energy, telekomunikasi, dan infrastruktur konstruksi.
Ia menyampaikan optimismenya terhadap peluang investasi di Lampung dan berharap kerja sama tersebut menjadi awal yang baik bagi pengembangan berbagai proyek strategis Malaysia di Provinsi Lampung.
Rangkaian pertemuan internasional tersebut memperlihatkan langkah aktif Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun jejaring kerja sama global untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah, memperluas investasi, membuka akses internasional, serta mempercepat pembangunan sektor strategis berbasis potensi unggulan Lampung.