Gubernur Mirza menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memiliki hubungan langsung dengan penurunan angka kemiskinan. Sebaliknya, rendahnya kualitas pendidikan akan berdampak pada tingginya pengangguran dan rendahnya daya saing tenaga kerja.
Disisi lain, Ia menyoroti sejumlah indikator pendidikan Lampung yang masih rendah, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
Dalam acara tersebut, Gubernur Mirza memberikan apresiasi kepada sejumlah sekolah yang berhasil mencatatkan prestasi tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN.
SMAN 14 Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Hendra berhasil meloloskan 100 persen atau 208 siswanya ke PTN.
Sementara itu, sekolah SMAN 1 Tegineneng yang dipimpin Meri Jueta berhasil meloloskan 99 persen siswanya ke PTN, dengan satu siswa memilih bekerja di Korea Selatan.
“Ini adalah arah pendidikan Lampung ke depan. Kita ingin seluruh kepala sekolah fokus menghantarkan anak-anak kita masuk perguruan tinggi negeri dan meningkatkan kualitas SDM Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Ia optimistis melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan pendidikan, indikator pendidikan seperti IPM, Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah di Lampung akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.