Deskripsinews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Kopri, Komplek Kantor Gubernur Lampung pada Selasa, 20 Mei 2025.
Pada kesempatan itu, Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah bertindak sebagai inspektur Upacara.
Acara berlangsung khidmat, dan turut diikuti oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakannya, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah menekankan bahwa peringatan Harkitnas bukan sekadar seremoni belaka.
Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat akan sejarah perjuangan bangsa yang lahir dari kesadaran persatuan dan semangat menolak penjajahan.
"117 tahun yang lalu, melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing," ujarnya, mengutip sambutan Menkomdigi.
Amanat tersebut juga menyoroti tantangan zaman kini yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi hingga krisis global.
Di tengah dinamika tersebut, Indonesia ditegaskan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif, berperan sebagai "trusted partner" di kancah internasional.
"Di tengah polarisasi dunia, Indonesia mengambil posisi sebagai trusted partner - bebas dalam menentukan kepentingan nasional, dan aktif membangun dialog yang produktif dengan berbagai pihak," lanjutnya.
Dalam konteks pembangunan nasional, amanat tersebut juga menyinggung langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dalam 150 hari pertama.
Di mana fokus utama tertuju pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui program-program yang menyentuh kebutuhan mendasar.
Beberapa program yang disoroti antara lain Program Makan Bergizi Gratis yang telah dinikmati lebih dari 3,5 juta anak.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 777.000 masyarakat, serta pembentukan Danantara Investment Agency untuk pengelolaan kekayaan negara yang lebih terarah.