Kartini juga ada dalam diri Nur Halimah, petani singkong di Pringsewu yang menyekolahkan anaknya hingga sarjana dengan hasil keringatnya sendiri.
“Kartini juga ada di ruang-ruang rapat, di bangku kuliah, di meja redaksi, di laboratorium, di pasar, di dapur, di sawah di mana pun perempuan berdiri dengan kepala tegak dan hati yang menyala. Kartini ada dalam diri kita masing-masing,” katanya. (*)
Advertisements
HALAMAN: