“Bagi kami, sekretariat ini adalah rumah perjuangan. Di tempat inilah nantinya kader berdiskusi, membaca, mengaji gagasan, menyusun gerakan, dan mempersiapkan diri untuk menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Abid menilai pembangunan sekretariat tidak dapat dilihat hanya dari sisi fisik. Di balik pembangunan tersebut terdapat harapan agar tempat itu menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial.
“Kami ingin sekretariat ini menjadi tempat lahirnya gagasan-gagasan besar dan kader-kader yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan pembangunan bangsa,” tegasnya.
Sebagai organisasi mahasiswa yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Unila, HMI Komisariat Pertanian diharapkan tidak hanya menjadi ruang aktivitas kemahasiswaan, tetapi juga mampu melahirkan kader yang memahami persoalan pertanian sekaligus memiliki perspektif kebangsaan.
Keberadaan sekretariat permanen nantinya diharapkan dapat menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas organisasi, mulai dari diskusi, kajian, pembinaan kader, rapat organisasi, hingga ruang silaturahmi antara kader dan alumni.
Dengan demikian, sekretariat diharapkan mampu menjaga mata rantai kaderisasi sekaligus menjadi ruang transfer pengalaman dan gagasan antara generasi terdahulu dengan generasi yang sedang menjalankan roda organisasi.
Abid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa keberlangsungan organisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab kader yang sedang aktif, tetapi juga merupakan bagian dari kepedulian alumni terhadap masa depan Hmi Pertanian Unila.
“Ini adalah amanah yang harus kami lanjutkan,” katanya.
Pembangunan sekretariat permanen tersebut pada akhirnya diharapkan menjadi investasi organisasi untuk masa depan.
Sebuah bangunan yang tidak hanya memiliki fungsi administratif, tetapi menjadi tempat bertemunya gagasan, lahirnya kader, dan terjaganya hubungan kekeluargaan Hmi Pertanian Unila.
Dari tempat tersebut, kader diharapkan tidak berhenti pada aktivitas internal organisasi. Lebih jauh, mereka dipersiapkan untuk memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta kepedulian sosial sehingga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian dan pembangunan.
Dengan semangat “Yakin Usaha Sampai”, pembangunan sekretariat permanen HMI Komisariat Pertanian Unila menjadi simbol bahwa perjalanan organisasi tidak hanya diwariskan melalui nama dan sejarah, tetapi juga melalui ruang yang dipersiapkan untuk melahirkan generasi berikutnya. (rls)