DESKRIPSINEWS - Di tengah tekanan efisiensi anggaran sebesar Rp286 miliar, Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan dua sektor dasar tidak dikurangi. Kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan 2025-2029.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan komitmen itu saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD 2026 dan Forum Konsultasi Publik RPJMD. Menurutnya, fokus pembangunan kota ke depan mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penguatan UMKM.
Pada sektor kesehatan, Pemkot menyiapkan langkah konkret agar pelayanan tidak terganggu. Salah satunya dengan menganggarkan pelunasan tunggakan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat atau P2KM tahun 2024 senilai lebih dari Rp20 miliar untuk RSUD A. Dadi Tjokrodipo dan RSUD Abdul Moeloek. Anggaran itu sudah dimasukkan dalam APBD Perubahan. Tujuannya agar warga kurang mampu, baik peserta BPJS maupun non-BPJS, tetap mendapat layanan maksimal di puskesmas hingga rumah sakit.
Pemkot juga tengah membangun Rumah Sakit Penyakit Dalam di halaman RSUD A. Dadi Tjokrodipo. Rumah sakit baru itu ditargetkan rampung pada 2026 dan akan difungsikan sebagai pusat rujukan dengan layanan operasi serta klinik lengkap. Untuk memastikan keberlanjutan tenaga medis, Pemkot memberikan beasiswa kepada 10 dokter muda untuk menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam. Biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah kota.
Selain itu, Pemkot ikut mendorong percepatan pemberantasan tuberkulosis melalui program pemeriksaan kesehatan gratis bagi 20 ribu warga. Program ini menyasar kontak erat pasien TB dan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan. Penanganan stunting juga masuk dalam wilayah prioritas Pemkot agar angka prevalensinya terus ditekan.
Di sektor pendidikan, Pemkot memperluas akses melalui program beasiswa. Tahun ini disediakan 5.000 kuota untuk siswa SMA dan SMK serta 2.000 kuota untuk mahasiswa PTN. Kuota tersebut ditargetkan naik menjadi 10.000 pada tahun depan. Upaya peningkatan mutu juga dilakukan mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, seiring target peningkatan Angka Partisipasi Kasar untuk PAUD, SD, dan SMP.
Eva Dwiana menyebut penguatan UMKM turut dikaitkan dengan upaya menekan pengangguran. Salah satunya melalui sentra UMKM di Sukaraja, Telukbetung Selatan yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata baru. Pemkot juga memberikan bantuan modal tanpa bunga serta peralatan produksi bagi pelaku usaha kecil.
Meski menghadapi tantangan fiskal, termasuk catatan tunggakan iuran JKN Pemkot sebesar Rp8,30 miliar hingga Mei 2026, Eva memastikan pelayanan dasar tidak boleh berhenti. Senada dengan itu, BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung mendorong pemerintah daerah menjadikan pembayaran iuran sebagai prioritas karena berkaitan langsung dengan perlindungan kesehatan masyarakat.
Dengan skema efisiensi yang ada, Pemkot Bandar Lampung memilih mempertahankan alokasi untuk kebutuhan dasar warga. Kesehatan dan pendidikan ditempatkan sebagai fondasi agar pembangunan kota tetap berjalan meski anggaran terbatas.