Kepada para peserta magang yang akan berangkat selama 18 bulan ke Taiwan, Gubernur Mirza berpesan agar mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga perilaku karena mereka adalah representasi bangsa.
“Kalian bukan sekadar mahasiswa magang, kalian adalah duta daerah Lampung dan representasi Indonesia. Jaga sikap dan karakter. Jika kalian menunjukkan kinerja yang baik, maka nama baik Indonesia akan harum di mata dunia,” pesan Gubernur Mirza.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Nusadaya Academy Raden Priyantoro menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membantu program pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui skema Kelas Migran Vokasi (KMP).
Program ini menjadi solusi bagi lulusan SMA/SMK yang sering kali menghadapi dilema antara bekerja atau melanjutkan kuliah karena kendala biaya.
“Melalui program ini, adik-adik tidak hanya magang, tetapi tetap menjadi mahasiswa aktif yang menjalankan studi di luar negeri. Mereka mendapatkan uang saku sekitar Rp12,9 juta dengan seluruh biaya hidup dan tempat tinggal yang sudah ditanggung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa para mahasiswa telah dibekali kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin agar siap menjadi warga dunia yang kompetitif.