“Lampung menjadi salah satu tulang punggung utama tercapainya swasembada pangan nasional. Karena itu, target yang diberikan kepada Lampung juga lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Tin menyampaikan pemerintah pusat pun menetapkan target produksi kepada Lampung sebesar 20 persen lebih tinggi dibanding capaian 2025.
Target tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan besar kepada Lampung sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Selain capaian produksi, evaluasi sementara produksi beras periode Januari-Juni 2026 juga menunjukkan tren positif.
Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Lampung diperkirakan meningkat sekitar 5,51 persen dibanding periode sebelumnya.
Peningkatan tersebut diproyeksikan dapat tercapai apabila kondisi pertanaman yang ditanam pada Februari hingga April tetap aman dari kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan cuaca ekstrem.
“Di saat banyak provinsi mengalami penurunan produksi, Lampung justru masih mampu tumbuh positif. Ini capaian yang luar biasa,” ujarnya.
Dari sisi LTT, Provinsi Lampung juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,42 persen pada periode Oktober 2025 hingga April 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Lampung bahkan masuk lima besar provinsi dengan pertumbuhan luas tanam positif secara nasional dan menempati posisi keempat.
Meski demikian, pemerintah tetap meminta seluruh daerah meningkatkan kinerja pada musim tanam kedua, khususnya periode Mei hingga September 2026, agar target produksi tetap tercapai.
Tin menyebutkan untuk mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan di Lampung, Kementerian Pertanian mengalokasikan program dan anggaran sebesar Rp1,4 triliun pada 2026.
Anggaran tersebut mencakup berbagai kegiatan strategis, antara lain pengelolaan air dan irigasi, lahan konservasi dan rehabilitasi, pembangunan jalan usaha tani, cetak sawah dan optimasi lahan, peningkatan produksi, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi, penyuluhan dan regenerasi petani, hingga hilirisasi pertanian.