Presiden pun berharap RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan andalan bagi masyarakat di wilayah Pesisir Barat dan sekitarnya. “Saya berharap RSUD ini, RSUD Kiai Haji Muhammad Tohir Krui akan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang memuaskan masyarakat Pesisir Barat,” lanjut Presiden.
Untuk diketahui, RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan salah satu proyek strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah.
Pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen pada Desember 2025 melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan nilai investasi mencapai Rp152,99 miliar yang bersumber dari APBN.
Selain mengalami peningkatan kapasitas tempat tidur dari sekitar 98 menjadi 137 tempat tidur, RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui juga dilengkapi berbagai fasilitas modern, antara lain ICU, ICVCU, layanan hemodialisa, kamar operasi, radiologi, laboratorium, layanan rawat jalan, hingga ruang KRIS (kelas rawat inap standar).
Kehadiran RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak lagi terpusat di kota-kota besar.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, layanan kesehatan yang modern, lengkap, dan berkualitas terus diperluas hingga menjangkau wilayah pesisir, perbatasan, dan daerah terpencil agar setiap warga negara memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang layak.
Pemerintah Provinsi Lampung juga memperhatikan pembangunan infrastruktur pendukung layanan kesehatan, terutama akses jalan menuju rumah sakit. Hal ini penting untuk memperlancar mobilitas pasien, ambulans, tenaga medis, dan distribusi logistik medis.
Di samping itu, RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui telah melayani peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.
Dengan demikian, rumah sakit ini diharapkan semakin memperkuat pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat dan sekitarnya.